Jumat, 15 September 2017

ISSN 2356-0878, Vol.07 No.02 edisi September 2017



Sistem Pendukung Keputusan Akreditasi Sekolah Dasar
Menggunakan Metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM )


Swingly Purba


Staf Pengajar Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

e-mail : swingly.purba61@gmail.com


ABSTRAK
Sistem Pengambilan Keputusan ( Decission Support System ) terkomputerisasi merupakan metode yang sangat berkembang dalam membantu user untuk menghasilkan informasi yang akurat dan bisa memecahkan berbagai masalah pengambilan keputusan multikriteria.
Sistem pendukung keputusan akreditasi sekolah dasar dengan menggunakan Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM ) dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dalam menentukan sekolah dasar yang akan menerima akreditasi berdasarkan bobot dan kriteria yang sudah ditentukan.
Sistem dikembangkan dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2005, menggunakan aplikasi pengolah database SQL Server dan metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM ). Hasil akhir dari perancangan sistem ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan (Decission Support System) berbasis web.

Kata Kunci : Decision Making, Acredited, Fuzzy Multiple Attribute

ABSTRACT
The computerized Decision Support System is a highly developed method of helping users to generate accurate information and solve multicriteria decision-making problems.
The primary school accreditation decision support system using Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) is designed to assist decision makers in determining which primary school will receive accreditation based on specified weight and criteria.
The system was developed using Microsoft Visual Studio 2005, using SQL Server database processing applications and Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) methods. The end result of system design is expected to be learning in the development (Decission Support System) web-based.
 
Key Words : Decision Making, Acredited, Fuzzy Multiple Attribute


ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN IKAN KAKAP PEDAS DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)
DI PT. PENDEKAR BODOH (RESTORAN  SEAFOOD D’COST)

Ir. Piala Mutiara, MM1)
Ir. Bungaran Tambun, MSi2)

1), 2)DOSEN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D PARDEDE

1)pialamutiara@yahoo.com
2)bungtambun@yahoo.com


ABSTRAKSI
Untuk memenuhi permintaan konsumen dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Restauran D’Cost, maka D’Cost perlu menjaga kualitas dari makanannya, dan makanan harus selalu segar. Maka dari itu penulis melakukan penelitian terhadap persediaan di restoran D’Cost dan melihat suatu masalah bahwa makanan yang dipesan terkadang tidak tersedia. Ikan Kakap Pedas salah satu makanan yang digemari di restoran tersebut, untuk itu penulis mencoba melakukan penelitian pada persediaan ikan tersebut agar selalu tersedia dalam jumlah yang cukup dan segar.

Maka dengan demikian  peneliti melakukan penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di restoran D’Cost tersebut. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP). MRP adalah sebuah metode persediaan dependen dimana untuk terbentuknya suatu produk tergantung pada komponen  pembentuk produk lainnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian antara lain, jumlah peramalan permintaan rata-rata terhadap Ikan Kakap Pedas di Restoran D’Cost pada periode Januari 2015 s/d Desember 2015 adalah mengikuti trend eksponensial smoothing. Jumlah persediaan bahan baku per bulan yang harus disediakan untuk memenuhi permintaan Ikan Kakap Pedas selama periode Januari 2015 s/d Desember 2015 adalah : .66 porsi/bulan, Rencana produksi yang digunakan adalah rencana ke 2 dengan menggunakan jam kerja regular, tidak ada jam lembur, tidak ada subkontrak, safety stock 7 porsi/ bulan dengan biaya minimal Rp.113.415.000/thn. Jumlah persediaan bahan baku per bulan yang harus disediakan untuk memenuhi permintaan Ikan Kakap Pedas selama periode Jan 2015 s/d Des 2015 adalah: Ikan kakap 19875 gr/ bulan, Rendaman ikan 8413.3 gr /bulan, saus bakar 662.5 gr/ bulan, saus kecap 2485.5 gr/bulan, garnis 4263.8 gr/bulan.

Keywords: Material Requirement Planning



PENGENDALIAN KUALITAS ROTI PADA P.T SINAR JAYA ROTI MEREK  (KABUPATEN KARO)

Ir. Julhenri Sinaga, MT

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

Abstrak
Kualitas merupakan suatu istilah relatif yang sangat bergantung pada situasi. Ditinjau dari pandangan konsumen, secara subjektif orang mengatakan kualitas adalah sesuatu yang cocok dengan selera (fitness for use). Dewasa ini industri makanan terutama roti di Indonesia berkembang pesat. Ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik-pabrik roti yang didirikan di Indonesia. Dari industri kecil hingga industri besar. Dalam kondisi persaingan yang ketat tersebut hal utama yang diprioritaskan oleh PT. SINAR JAYA ROTI  Merek sebagai salah satu pabrik roti adalah kepuasan pelanggan.
Dalam kondisi demikian pimpinan perusahaan berusaha untuk menghasilkan produk sebaik mungkin sehingga dapat memuaskan pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas barang yang dikehendaki pelanggan sehingga jaminan kualitas menjadi jaminan prioritas utama yang dijadikan tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan.

Keywords: Pengendalian Kualitas Roti



ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP JASA PELAYANAN CALL CENTER XL DI PT. VADS INDONESIA


Ir. Rasmi Sitohang, M.Si

Dosen Kopertis-Wil I
Dpk Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan

Email       :rasmisitohang83@gmail.com


ABSTRAK
                PT. Vads Indonesia adalah anak perusahaan PT. XL yang bergerak khusus dibidang telekomunikasi.XL sangat memperhatikan kemudahan, dan kenyamanan pelanggan dalam memperoleh informasi atau konsultasi setiap saat dan dimana pun. Untuk itu, XL membangun akses pelayanan Call Center, yaitu pelayanan pelanggan melalui telepon, sebagai wujud dari pelayanan pelanggan 24 jam yang memberikan pelayanan tak henti kepada pelanggan untuk segala kebutuhan dan permasalahan pelanggan. Dengan disediakannya layanan Call Center tersebut, maka penulis mengidentifikasi permasalahannya sebagai berikut : adanya kesenjangan antara kepentingan pelanggan XL sehingga pelanggan belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Sedangkan permasalahannya adalah :berapa besar tingkat kepuasan pelanggan pengguna Jasa Call Center XL dilihat dari perbedaan jasa yang diterima dengan jasa yang diharapkan”.
                Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan Jasa Call Center XL adalah sebesar 93,66%. Dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti antara tingkat pelaksanaan pelayanan Jasa Call Center XL dengan tingkat harapan pelanggan.

Kata kunci: Kepuasan, Pelayanan, dan Pelanggan


PENGARUH GEOMETRI JALAN TERHADAP DUMP TRUCK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BATUBARA        DI  PT. TITAN WIJAYA DESA TANJUNG DALAM KECAMATAN ULOC  KUPAI
KABUPATEN BENGKULU UTARA - PROVINSI BENGKULU


Saloom Hilton Siahaan, ST, MT


Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D Pardede


ABSTRAK
PT. Titan Wijaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Uloc Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan luas IUP 300 hektar dibagi 2 pit yaitu pit A dan B. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka. PT. Titan Wijaya menetapkan target produksi (Batubara) untuk pit A sebesar 56.000 ton/bulan dengan luas wilayah penambangan 160 hektar. Proses penambangan batubara menggunakan alat mekanis 2 fleet yaitu 2 unit alat gali muat KOMATSU PC 300 dan 6 unit alat angkut DT NISSAN CWA MX 260  dengan jarak 2700 meter menuju stockpile. Permasalahan yang terjadi adalah belum terpenuhinya produksi dari alat muat dan alat angkut, terutama pada pit A. Kemampuan produksi alat gali muat dan alat angkut saat ini 39.942,25 ton/bln. Tidak tercapainya sasaran produksi disebabkan banyaknya waktu kerja yang terbuang karena adanya hambatan kerja baik hambatan yang dapat dihindari maupun hambatan yang tidak dapat dihindari. Dengan adanya hambatan-hambatan tersebut akan  memperkecil  waktu  kerja  efektif dari 8,5 jam/hari  sehingga  menyebabkan waktu effisiensi dari 7,5 jam/hari  kerja rendah. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara meningkatkan waktu efektif kerja, waktu kerja tersedia sehingga produksinya menjadi 49.788 ton/bln. Disamping perbaikan waktu dan penambahan 1 (satu) alat angkut yang dibutuhkan. Dengan penambahan 1 (satu) unit DT Nissan CWA MX 260 sehingga produksinya meningkat dari 49.788 ton/bln menjadi 58.086 ton/bln.

Kata kunci : Perbaikan Jalan, Perbaikan Waktu, Penambahan Alat Angkut.


PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LAS LISTRIK PADA
SUDUT KAMPUH V GANDA TERHADAP KEKUATAN
TARIK DARI  MATERIAL BAJA KARBON


Enzo W. B. Siahaan, S.T, M.T

Dosen Fakultas Teknik, Universitas Darma Agung, Medan

email:



ABSTRAK
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Sehingga hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan. Cara pengelasan yang paling banyak digunakan adalah pengelasan cair dengan las busur listrik dan gas. Tidak semua logam memiliki sifat mampu las yang baik. Bahan yang mempunyai sifat mampu las yang baik diantaranya adalah baja karbon. Baja ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus, las busur rendam dan las MIG (las logam gas mulia). Baja karbon biasa digunakan untuk pelat - pelat tipis dan konstruksi umum. Batasan masalah pada penelitian ini adalah bahan yang digunakan adalah pelat baja karbon, pengelasan menggunakan  mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) DC polaritas terbalik dengan elektroda RB26  diameter 3,2 mm, pengelasan menggunakan variasi arus 80 A, 100 A dan 120 A dengan jenis kampuh V ganda dengan sudut 450, pengujian yang dilakukan  adalah uji tarik (tensile test). Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik pada baja karbon yang telah mengalami proses pengelasan dengan variasi kuat arus serta menggunakan bentuk sudut kampuh V ganda. Dari  hasil penelitian ini di dapat bahwa untuk uji tarik nilai tegangan akan terus meningkat seiring pertambahan arus yang diberikan.
 
Kata kunci : Pengelasan, Uji Tarik, Kuat Arus



PERANCANGAN SAKLAR OTOMATIS DENGAN TIMER
MENGGUNAKAN ARDUINO UNO BERBASIS ATMEGA 328


Marvin Frans Sakti Hutabarat, ST, M.Si


Jurusan Elektro, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No.8, Medan 20153, Indonesia



ABSTRAK
Banyaknya peralatan listrik yang tidak memiliki timer untuk mematikan secara otomatis. Maka dengan itu dirancang sebuah saklar otomatis dengan timer menggunakan Arduino Uno berbasis ATMega 328. Dengan adanya saklar otomatis ini, maka peralatan listrik dapat dimatikan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Dalam perancangan ini, penulis merancang 2 buah timer yang akan terhubung dengan 2 buah stop kontak. Untuk input waktu timer digunakan push button berjumlah 3 buah untuk masing-masing timer. Setiap button berfungsi untuk input jam, menit, dan start/reset. Waktu timer akan ditampilkan pada 4 digit display. Waktu yang telah di-input akan diproses oleh mikrokontroller , dalam hal ini ATMega 328.  Ketika waktu timer telah habis, maka relay yang terhubung dengan stop kontak akan memutus arus yang tersambung sehingga peralatan listrik yang dicolok pada stop kontak tidak akan dialiri arus lagi.
Dengan menggunakan saklar otomatis ini maka dapat menghemat listrik dan juga menjaga keawetan peralatan listrik. Saklar otomatis ini dapat digunakan untuk meng-charge ponsel dan laptop, mematikan pompa air, dan lainnya.

Kata Kunci : Saklar Otomatis, Mikkontroller, ATmega 328



Faktor – Faktor Pengembangan Pasar Melati Medan

Darwin Sinabariba, ST, MM


Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

email@yahoo.co.id


ABSTRACT
It has been since ancient times the city will never be separated from commercial activity center called the market. With increasing population growth in social, economic and technological advances, especially in the field of trade there arose a new group of individuals who are engaged in merchant. Merchants that makes places more permanent to trade. Searang place that's called the market.One of them is the melati market  located at flamboyan raya, kelurahan tanjung selamat, district medan tuntungan, medan, northern Sumatra. This market has an area of approximately 3 hectares and has approximately 1,000 stalls measuring 1.5 m x 3 m. This land is owned by private / individual. Market location close to population centers makes this market very effectively. And can be easily visited by locals.
 
Keywords: market, melati, saler, medan, location.
 

ABSTRAK
Sudah sejak zaman dahulu kota tidak akan pernah terlepas dari pusat kegiatan komersil yang disebut dengan pasar. Dengan meningkatnya perkembangan penduduk kehidupan sosial, ekonomi dan juga kemajuan teknologi khususnya dibidang perdagangan timbullah sekelompok individu baru yang bergerak dalam bidang pedagang. Pedagang-pedagang inilah yang membuat tempat-tempat yang lebih permanen untuk berdagang. Tempat itulah yang searang disebut dengan pasar. Salah satunya merupakan pasar melati yang terletak di jalan flamboyan raya, kelurahan tanjung selamat, kecamatan medan tuntungan, medan, sumatera utara. Pasar ini memiliki luasan berkisar 3 ha dan memiliki kurang lebih 1000 kios yang berukuran 1.5 m x 3 m. Lahan ini dimiliki oleh swasta/ perorangan. Lokasi pasar yang dekat dengan pemukiman penduduk menjadikan pasar ini sangat efektif. Dan dapat dengan mudah dikunjungi oleh penduduk sekitar.

Kata kunci : pasar, melati, pedagang, medan, lokasi.



KAJIAN PERSPEKTIF PENYEDIA JASA KONSTRUKSI
TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
DI TIMOR-LESTE

Antonio Cono1, Anton Soekiman2

1Magister Teknik Sipil, Sekolah Pascasarjana,
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Email: antoniocono11@yahoo.com

2KBI Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil,
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Email: soekiman@unpar.ac.id


ABSTRACT
As a new and evolving country, development and revamping of various sectors is urgently needed and infrastructure development is one of the priorities in sustaining economic turnaround in Timor-Leste. The problem of accidents arising from the growth of construction service providers is the absence of consistency in the implementation of safety and health in the process of construction implementation. Current OSH regulations are labor laws and regulatory products adopted from other countries that already have adequate managerial, financial and human resource capabilities. The current occupational health and safety (OSH) law in Timor-Leste is not yet optimal in its implementation, so it is necessary to know the extent to which companies implement OSH of construction projects in Timor-Leste, and what are the constraints that may affect construction and safety service providers in Timor-Leste. The process of data collection will be done by questionnaire and interview to construction Service Company in Timor-Leste. The result of the analysis is that the company adequately enforces labor laws on the occupational safety, hygiene and health sections and the supervisory and sanctioning system sections of the workers if the workers violate OSH rules and procedures in construction projects in Timor-Leste. There are 9 obstacle indicators affecting construction service providers on OSH implementation in Timor-Leste, namely: (1) Capability of manager of OSH performs instruction and working methods in accordance with existing OSH standards and procedures, (2) Competence of employees assigned as supervisor of OSH in the field, (3) Hard to give verbal reprimands to workers that violation of OSH regulations and procedures, (4) Workers do blame each other in the case of work accidents, (5) Workers come to work not on time, (6) Manager of OSH do not open communication between workers in the field, (7) Workers do not get tired of doing work repeatedly, (8) Workers have been satisfied with the security of the naturally working environment and (9) Workers do not openly communicate with manager of OSH.

Keywords              : Health and Safety Act, Occupational Safety and Health (OSH), Service Provider, Obstacles of OSH
  implementation



HUBUNGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DAN TATA RUANG PERPUSTAKAAN DENGAN MINAT BACA MAHASIWA
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI TD.PARDEDE MEDAN


ROSLILAWATI

Magister Ilmu Komunikasi, Pascasarjana Universitas Darma Agung, Medan

Email: roslilawati4773@gmail.com


ABSTRAKS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan dengan minat baca mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, bertujuan meneliti hubungan antara variabel-variabel yang di gunakan, untuk mengetahui hubungan variabel pada suatu faktor yang berkaitan dengan variabel pada faktor lain atau dikenal dengan korelasi normal. Dalam hal ini untuk mengetahui hubungan komunikasi organisasi dan tata ruang sebagai variabel bebas dan minat baca sebagai variabel terikat. Selanjutnya uji F yang dilakukan, anatara variabel komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan dengan  minat baca mahasiswa ISTP Medan. Penentuan besarnya sampel pada penelitian ini menggunakan pendapat Arikunto (2010). Penelitian ini merupakan penelitian populasi atau total sampling. Selanjutnya jika jumlahnya subyeknya lebih besar dapat diambil antara 10% -15% atau 20% -25%. Subyek penelitian in adalah mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Dalam penelitian ini terdapat 100 orang mahasiswa sebagai responden, diambil 10% dari jumlah mahasiswa ISTP 1000 orang.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara komunikasi organisasi dan tata ruang Perpustakaan dengan minat baca mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Dari hasil uji SPSS  untuk Komunikasi Organisasi Dengan Minat Baca Mahasiswa ISTP Medan, dihasilkan tingkat korelasi 0,01 (tingkat 2) hubungan atau correlation sebesar 0,669. Hasil SPSS tersebut menunjukkan adanya hubungan yang cukup berarti antara variabel tersebut. Demikian pula hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa ISTP Medan sebesar 2,828. Oleh karena itu kedua variabel X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y, berarti memiliki hubungan yang kuat dapat diandalkan.

Kata Kunci: Komunikasi Organisasi,Tata Ruang Perpustakan dan Minat Baca Mahasiswa

ABSTRACT
    This study aims to determine the relationship of organizational communication and spatial library with interest in reading the students of the Institute of Science and Technology TD.Pardede (ISTP) Medan. The research method used is correlational method, aims to examine the relationship between variables used, to determine the relationship of variables on a factor associated with the variable on another factor or known as normal correlation. In this case to know the relationship of organizational communication and layout as independent variable and reading interest as dependent variable. Furthermore, F test conducted, anatara variable communication organization and spatial library with interest in reading ISTP Medan students. Determination of sample size in this study using the opinion of Arikunto (2010). This study is a population study or total sampling. Furthermore, if the number of subjects greater can be taken between 10% -15% or 20% -25%. The subjects of this research are students of TD.Pardede Institute of Science and Technology (ISTP) Medan. In this study there are 100 students as respondents, taken 10% of the number of ISTP students 1000 people.
    The result of the research shows that there is correlation between organizational communication and Spatial Library with reading interest of Institute of Science and Technology TD.Pardede (ISTP) Medan. From the result of SPSS test for Organizational Communication with Interest of Reading ISTP Student Field, resulted in correlation level 0,01 (level 2) correlation or correlation equal to 0,669. The SPSS results indicate a significant relationship between the variables. Similarly, F test results indicate that the independent variables consisting of organizational communication and spatial library influence on reading interest of ISTP Medan students of 2.828. Therefore the two variables X1 and X2 affect Y, means having a strong reliable relationship.

Keywords: Organization Communication, Spatial Library and Student Reading Interest












































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar