Jumat, 30 Juni 2017

ISSN 2356-0878 Vol.07 No.01 edisi Juni 2017

Kajian Manajemen Pemeliharaan Gedung Sekolah
dengan  Studi Kasus Gedung Sekolah Yayasan Salib Suci

Study of School Building Maintenance Management
With the Case Study of the Foundation Building of the Holy Cross Foundation

Yeni Setiawan1 dan Anton Soekiman2

1Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Konstruksi, Sekolah Pascasarjana,
Universitas Katolik Parahyangan.


2KBI Manajemen dan Rekayasa Konstrukti, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil,
Universitas Katolik Parahyangan.



Abstract
Lack of attention or inconsistency of maintenance activities undertaken will cause a negative condition or impact, ie decreasing the productivity level of activities carried out by the owner or the user of the building as a result of the lack of maintenance of the condition of the building. This research is aimed to know the condition of damage and influence of maintenance of architectural component, component structure, and utility component to the quality of maintenance of school building of Holy Cross Foundation, data analysis using descriptive analysis and path analysis.
The result of the research showed that the damage of space with the biggest percentage in Toilet was mild damage 21.10% moderate damage 49.82% and heavily damaged 23.49%. While with path analysis, Maintenance of Architectural Component by partial give influence to the Building Maintenance Quality that is 85.20%, Utility Maintenance Utility, equal to 85.60%, and Maintenance of Structure Component s equal to 94.40% with very strong influence level. With Probability value sig 0.03 <0.05 it can be concluded that the maintenance of architectural components, structure, utility significantly affect the quality of building maintenance

Keywords: School Building, Salib Suci Foundation, Maintenance, Path analysis

Abstrak
Kurangnya perhatian atau tidak sesuainya kegiatan pemeliharaan yang dilakukan akan menyebabkan suatu kondisi atau dampak negatif, yaitu menurunnya tingkat produktifitas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemilik atau pengguna bangunan sebagai akibat dari kurang terpeliharanya kondisi bangunan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kerusakan dan pengaruh pemeliharaan komponen arsitektur, komponen struktur, dan komponen utilitas terhadap kualitas pemeliharaan bangunan gedung sekolah Yayasan Salib Suci, analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis)
Hasil penelitian menunjukkan kerusakan ruang dengan prosentase terbesar pada KM/WC yaitu rusak ringan 21,10% rusak sedang 49,82% dan rusak berat 23,49%. Sedangkan dengan analisis jalur, Pemeliharaan Komponen Arsitektur secara parsial memberikan pengaruh terhadap Kualitas Pemeliharaan Bangunan Gedung terbesar yaitu sebesar 85.20% , Pemeliharaan Komponen Utilitas ,sebesar 85.60% ,dan Pemeliharaan Komponen Struktur s sebesar 94.40% dengan tingkat pengaruh sangat kuat. Dengan nilai Probabilitas sig 0.03 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan komponen arsitektur, struktur, utilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pemeliharaan bangunan gedung..

Kata Kunci: gedung sekolah, Yayasan Salib Suci, pemeliharaan, analisis jalur


PEMANFAATAN JARINGAN INTERNET SEBAGAI KENDALI SAKLAR LAMPU JARAK JAUH

Samaria Chrisna HS

Jurusan Teknik Elektro, Konsentrasi Elektronika dan Telekomunikasi
Institut Sains dan Teknologi Pardede (ISTP), Jl. TD. Pardede No. 8 Medan



ABSTRAK
Dengan kemajuan sistem komunikasi yang terjadi pada saat ini, maka penggunaannya dapat diterapkan pada segala keperluan. Internet juga termasuk dalam kemajuan sistem komunikasi yang memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi ataupun komunikasi secara jarak jauh selain dengan penggunaan media telepon seluler. Pada penelitian ini, pemanfaatan internet digunakan sebagai pengendali saklar lampu jarak jauh. Adapun media pengendali menggunakan 2 PC yang saling terhubung dengan internet dimana terlebih dahulu melakukan penyamaan Internet Protocol (IP) dan memanfaatkan aplikasi UltraVNC. 8 buah lampu digunakan sebagai objek kendali pada penelitian ini yang juga terhubung dengan Microcontroller AT89S51. Microcontroller ini berfungsi sebagai pengolah data yang akan meneruskan perintah ke PC untuk menghidupkan, mematikan ataupun melakukan pengecekan status lampu. Dalam melakukan pengecekan status lampu terdapat rangkaian sensor arus yang mendeteksi arus lampu, apakah lampu tersebut dalam keadaan mati atau hidup dimana status lampu akan ditampilkan pada layout PC Server dan Client. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi internet dengan Aplikasi UltraVNC dan didukung bahasa program VisualBasic 6.0 dan Microcontroller AT89S51 dapat memudahkan pengendalian perangkat lampu dan menghilangkan halangan jarak, ruang dan waktu.

Kata kunci: Internet, Kendali Saklar lampu, Microcontroller AT89S51, UltraVNC.

ABSTRACT
With the advancement of the current communication system, its usage can be applied to all purposes. Internet is also included in the advancement of communication systems that provides the ease in obtaining information or communication remotely besides the use of mobile phone media. In this research, the use of the internet is used as a remote light switch controller. The controller media uses 2 interconnected PCs with the internet which firstly performs Internet Protocol (IP) equations and utilizes UltraVNC applications. 8 pieces of lights are used as control objects in this study which is also connected with microcontroller AT89S51. This microcontroller functions as a data processor which will forward commands to the PC to turn on, turn off or check the light status. In checking the status of the lights there is a series of current sensors that detect the current of the lamp, whether the light is on or off where the light status will be displayed on the PC Server and Client layout. The results of this study indicate that internet connection with UltraVNC Application and supported language program VisualBasic 6.0 and Microcontroller AT89S51 can facilitate the control of lighting devices and eliminate obstacles spacing, space and time.

Keywords: Internet, Full Switch lights, Microcontroller AT89S51, UltraVNC.

EVALUASI TERHADAP EFEKTIFITAS PENGGUNAAN HALTE BUS
SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI DI KOTA MEDAN
(Study Kasus : Halte Bus Sepanjang Jalan Gatot Subroto Medan)

Sanggam B Sihombing, ST., MT

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

sanggams@yahoo.co.id


ABSTRACT
The dimension of bus stops in Medan is very diverse, illustrating the absence of coordination from the government does not apply the standard for halt dimension in Medan City. Placement of Bus stops along vehicle routes must comply with applicable regulations, as determined by the road traffic service, and be used for their intended use. Because the state of the shelter is ignored, its presence is precisely the main cause of traffic congestion in the path where the bus stops. In addition, if the utilization is less than the maximum, then the existence of bus stops would be the cause of the destruction of the beauty of the city. The purpose and purpose of this study is To be able to determine the factors that cause the ineffectiveness of bus stops as a means to facilitate transportation activities and Expected to be input materials to improve the effectiveness of the use of bus stops so that the benefits of the existence of bus stops in the city of Medan can be achieved optimally.

Keywords: Bus Stop, Placement of Bus Stop, Medan Bus Stop Home.

ABSTRAK
Dimensi halte di Kota Medan sangat beragam, ini menggambarkan tidak adanya kordinasi dari pihak pemerintah tidak menerapkan standar untuk dimensi halte di Kota Medan. Penempatan halte disepanjang rute kendaraan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang telah ditetapkan oleh dinas lalu lintas jalan raya, dan digunakan sesuai kegunaannya. Karena keadaan halte tersebut diabaikan, maka keberadaannya justru merupakan penyebab utama kemacetan lalu lintas di jalur tempat halte itu berada. Selain itu apabila pemanfaatannya kurang maksimal, maka keberadaan halte justru menjadi penyebab rusaknya keindahan kota. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah Untuk dapat mengetahui faktor–faktor yang menjadi penyebab tidak efektifnya halte sebagai suatu sarana untuk memperlancar kegiatan transportasi dan Diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk meningkatkan efektifitas penggunaan halte sehingga manfaat dari keberadaan halte di Kota Medan dapat tercapai dengan optimal.

Kata Kunci : Halte, Penempatan Halte, Halte Kota Medan.



FUNGSI TAMAN KOTA MEDAN YANG EFEKTIF
“TAMAN AHMAD YANI” MEDAN

Isniar Tiurma Leonora Ritonga, ST., MT., MM

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Perdede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

isniarritonga@yahoo.co.id


Abstract
The Ahmad Yani Park is one city park in Medan city. The role of Ahmad Yani park  for the city of Medan is quite large. This park has an area of ​​15,200 m2. The Ahmad Yani Park is one of the park with a statue of heroes namely: Ahmad Yani. The discussion about Ahmad Yani park is more emphasis on the function and standard of the park. With regard to existing facilities in the park Ahmad whether it meets the standards and comfort.
The final result of the discussion of Ahmad Yani park itself will later on the re-design of Ahmad Yani park.

Keywords : Ahmad Yani Park, City park, Standard and comfort of the park


ABSTRAK
Taman Ahmad Yani adalah satu satu taman kota di Kota Medan. Peran taman Ahmad Yani ini sendiri bagi kota Medan cukup besar. Taman ini mempunyai luas sebesar 15.200 m2.  Taman Ahmad Yani ini merupakan salah satu taman dengan patung pahlawan yaitu : Ahmad Yani. Pembahasan mengenai taman Ahmad Yani ini sendiri lebih mengutamakan pada fungsi dan standar taman itu sendiri. Dengan memperhatikan fasilitas-fasilitas yang ada pada taman Ahmad apakah sudah memenuhi standar dan kenyamanan.
Hasil akhir dari pembahasan taman Ahmad Yani ini sendiri nantinya mengaju pada re-desain ulang taman Ahmad Yani.

Kata kunci : Taman Ahmad Yani Medan, Taman Kota, Standar dan Kenyamanan Taman



Geometri Jalan Tambang di PT Surya Teknik Anugerah
Job Site PT Insani Bara Perkasa
 Provinsi Kalimantan Timur

Nalom D. Marpaung

Dosen Fakultas Teknologi Mineral,
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan

ABSTRAK
Pengangkutan memegang peranan yang sangat penting dalam industri pertambangan. Kelancaran operasi pengangkutan tidak terlepas dari interaksi antara jalan dan alat angkut. Oleh karena itu di lakukan analisa terhadap geometri jalan yang menghubungkan front penambangan menuju disposal. Penelitian  dilakukan di 2 pit yaitu pit 2 dan pit TBS. Kondisi jalan di pit 2, lebar jalan satu lajur pada jalan lurus selebar 8,04 meter, sesuai standar jalan pada jalan lurus di pit 2 dibuat
lebar jalan menjadi 11 meter dan lebar jalan satu jalur pada jalan tikungan selebar 8,69 meter, sesuai standar jalan pada jalan tikungan di pit 2 lebar jalan dibuat menjadi 12 meter. Di pit TBS untuk lebar jalan satu jalur pada jalan lurus selebar 10,37 meter, sesuai standar  jalan pada jalan lurus di pit TBS, lebar jalan dibuat menjadi 19 meter dan lebar jalan satu jalur pada jalan tikungan selebar 12,52 meter, sesuai standar  jalan tikungan di pit TBS lebar jalan dibuat menjai 21 meter. Jari-jari tikungan minimum di pit 2 dan pit TBS sebesar 25 meter, untuk memenuhi standart jari-jari tikungan dibuat menjadi 47,4 meter. Superelevasi di pit 2 minimum -0,31 meter dan pit TBS minimum -0,53, tetapi superelevasi dengan kecepatan rencana yang diterapkan adalah 40 km/jam maka beda tinggi yang harus dibuat antara sisi dalam dan sisi luar tikungan adalah 0,27 meter atau 27 cm. Daya dukung tanah pada jalan angkut pit 2 sebesar 6000 lb/ft2, pada pit TBS sebesar 2000 lb/ft2. Beban maksimal yang melintas terhadap badan jalan 10.907,5 lb/ft2, untuk itu sangat perlu proses pemadatan jalan angkut yang lebih dengan menambah material keras untuk meningkatkan daya dukung jalan terhadap beban yang melintas. Tahanan gulir jalan sebesar 150 lb/ton dirubah menjadi 40lb/ton dengan kondisi jalan lebih keras dan permukaan lebih halus.

Kata Kunci : Overburden, Geometri, jalan.


Analisa Toko Bahan Maket
sebagai Sarana Penyedia Material serta Pembuatan
 Aksesoris untuk Maket di Kota Medan


Liesbeth Aritonang
Dosen DIII Desain Interior, Fakultas
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

liesbeth.aritonang@yahoo.com


Abstrak
Dari pengalaman pribadi penulis maka muncul ide untuk merencanakan sebuah sarana yakni sebuah toko penyedia bahan serta material yang khusus untuk pembuatan maket, baik maket Interior dengan skala besar maupun maket Arsitektur / Lansekap dengan skala kecil. Lokasi toko juga di tempatkan di dekat kampus Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, dan dari pengalaman penulis, bila sebuah toko dengan bahan / barang yang diperlukan pastilah akan dicari sampai ke gang sempit sekalipun. Penulis menambah permasalahan pada proyek ini, dimana toko ini selain menyediakan bahan material juga menyediakan jasa konsultasi serta pembuatan maket, yang pastilah akan diminati oleh para kontraktor atau pengusaha di bidang perumahan atau para arsitek dan desain interior, yang menjadi konsultan ataupun pengawas proyek.
Judul proyek ini adalah Analisa Toko Bahan Maket sebagai Sarana Penyedia Material serta Pembuatan Aksesoris untuk Maket di Kota Medan, dimana toko ini selain menyediakan bahan serta material untuk pembuatan maket, juga tersedia barang / benda yang sudah jadi, yakni furnitur serta aksesoris untuk rumah boneka dengan skala tertentu.

Keywords: Toko, display, pembuatan maket, workstation

Abstract
From experience when the writer was an interior designer student, there were times when many craft homeworks for her studies, so she have an idea to make a paperstore that not only sell paper or material for making miniatur model, buat there is also a place for making model or miniatur for interior spaces or lansecap architecture. The plan is of the location from the store near Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede campus, and by experience even the store is in a narrow alley, there will always a buyer who is searching for exclusive products, like in this store miniatur for model and mock up.
The theme of this proyect is Analizing Paper Store as a Place for Retail Material and Place for Making Miniatur in Medan, make a paperstore that not only sell paper or material for making miniatur model, buat there is also a place for making model or miniatur for interior spaces, lansecap architecture, even for doll house in various scala.

Keywords: Store, display, making modeling, workstation


STUDI TINJAUAN  ENERGI  ANGIN  SEBAGAI
SUMBER ENERGI TERBARUKAN


Ir. Janter Napitupulu, MT


Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Darma Agung                      
Jl. DR. TD. Pardede No. 21 Medan


Abstrak
Energi angin merupakan salah satu bentuk energi yang berasal  dari akibat terjadinya pergeseran udara yang disebabkan pemanasan matahari. Oleh karena itu berat jenisnya berkurang dan naik ke atas. Proses ini menyebabkan pergeseran udara yang disebut angin. Angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik karena pada angin yang bertiup terdapat energi kinetik yang dapat diubah menjadi energi mekanik dengan bantuan kincir. Selanjutnya energi mekanik yang berupa putaran kincir angin digunakan untuk memutar rotor generator, membangkitkan tenaga listrik.
Energi angin yang dihasilkan oleh generator tergantung besarnya energi kinetik yang terdapat pada angin dan kincir angin yang digunakan serta besar generator angin tersebut.

Kata Kunci : Energi Kinetik, Pembebanan, Penguatan


PENGARUH STRIKE DAN DIP TERHADAP DESAIN DAN ARAH KEMAJUAN PENAMBANGAN UNTUK PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI BATUBARA

Halawa Analiser

Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi
Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede




ABSTRAK
Daerah penelitian memiliki tiga blok yang aktif berproduksi dari 10 blok yang ada. Yaitu blok A-H, Blok A-B dan blok A-C. Blok A-H ditempat penelitian memiliki luas 17,5 hektar. Berdasarkan hasil pemetaan geologi yang dilakukan di lokasi blok A-H seluas 17.5 Ha maupun di lokasi sekitarnya, dapat diketahui bahwa kemungkinan batubara di lokasi penelitian berada pada kedalaman yang dangkal, hal ini karena ditemukanya outcrop di dalam lokasi seluas 17.5 ha tersebut.
Secara garis besar keadaan topografi lokasi penelitian adalah daerah perbukitan dengan ketinggian  berkisar 350 – 700 meter dibawah permukaan laut. Cadangan batubara pada blok penelitian (A-H) data dari sekunder sebesar 2.439.332,88 Ton. Hasil dari perhitungan dilapangan dengan ketebalan batubara diperkirakan 12,5 meter melalui metode penampang cross section adalah 1.150.387,5 Ton. Letak kedalaman batubara blok penelitian berada dikedalaman 30 meter sampai dengan ³ 80 meter dari permukaan tanah. Arah penggalian pada bulan penelitian bergerak dari barat menuju arah timur. Kearah jurus sampai pada kedalaman batubara. Target operasi batubara bulan pada bulan penelitian pada blok A-H sebesar 28.000 ton dengan rencana kemajuan tambang sepanjang 93 meter, kedalaman penggalian sedalam 30 meter dan lebar sebesar 10 meter. Realisasi dilapanganke arah Strike pada nilai SR 8,87:1 hasil yang didapat alat gali-muat dan alat angkut hanya sebesar 27.507 ton dengan panjang penggalian sepanjang 91 meter, kedalaman pengalian 30 meter dan lebar 10 meter. Sedangkan pada arah down dip pada Nilai SR 7:1 hanya 16.269 Ton. Artinya bahwa pada kondisi batuabara yang miring, produksi maksimal akan dapat diperoleh ke arah strike dari pada ke arah down dip suatu lapisan batubara.

Kata Kunci :     Batubara, Model cadangan, Strike dan Dip, Produksi.



PENENTUAN JUMLAH LOKET KASIR (SERVER) YANG OPTIMAL PADA PT.FIF CABANG MEGAN


Omry Pangaribuan


Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD Pardede Medan


Abstrac
PT FIF is one of the private general financing company which is a subsidiary of Astra Financial Service. The day-to-day operations activities undertaken by PT FIF include; Application of motorcycle loan, installment payment, insurance claim, taking certificate for registration of vehicle registration tax, and repayment of credit. Every cash-related transaction is done at the checkout counter. In line with the increasing demand for funds needed by the community these days, consumers / customers who perform financial transactions at the company's cash register every day, continue to increase. The problem that often happens is a customer who will make transactions, can not be served immediately but rather, have to queue up and wait in a relatively long time, just get the service. The occurrence of long queues is relatively long symptom that appears due to the lack of three units of cashier counters that exist today to accommodate the number of arrivals average customer relative increased. The purpose of this study is to know what should be the optimal number of cashier service (server) at PT FIF Branch Medan for the waiting time and service time is relatively balanced in the sense that it can meet the consumer / customer's preference to shorten waiting time without prejudice the company's preference for Minimize idle time. Data collection method is a direct observation of the object of research, then data research results are processed by statistical methods and queuing models The conclusion of research results are as follows: Pattern of arrival of customers or customers at the cashier service PT. FIF branch of Medan, is distributed Poison with average arrival speed of 10 customers per 15 minutes. Pattern of service time to customer or consumer at Counter Cashier service distribution exponential negative, with service time average is 215,98 second / customer. The optimal number of cashier service (server) in PT.FIF Branch Medan, is 5 (five) units. The system utility level at server service counter is 49.39% (rounded to 50%).

Keywords: Rows Queued



ANALISA PELANGGAN PADA PENANGANAN KEPUASAN PELANGGAN DI CV. PERDANA GRAPHIA


Rosmawati Pandia1) dan Jodis2)

1)Dosen  Teknik Industri, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan
2) Mahasiswa Teknik Industri,  Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan

rosmawatipandia@gmail.com

Abstract
It has been established a well principal corporate cencept on graphic to serve public under operation to a printing solution focusing on five quality dimensions of service. The topic as problem to this study is to determine the factor influencing quality of public service thoroughly and how to provide their satisfactorily as customer upon the printing service on inaugural grapic works. The objektitive of this research is to know what factrs atributed services as priority of service on printing works properly in order to improve customer’ satisfactory. In collecting the data, it has been arranged questionnaire previously according to activities routinely done under the printig work as introductorily. This research adopted servqual and under an Importance Performance Analysis (IPA) method as well as. The serv-qual method is a model of analysis to see imbalance between a hope to the experiences of taking any services. The importance performance analysis is usually adoted to know the attributes of services in four guadrants from the kartesius diagram as in this matter is priority group. Following done data processed in and by serv-qual analysis indicated that by all attribute services found a gaps between hope and to the quality performance in services of printing introductorily in graphic works, this showed that way of handling satisfactorily of customers not fulfilled yet as they responded with the highest gaps found on attribute in 8, so set it priority to improve. On IPA method under a kartesius diagram analysis indicated that found some points need to put priority for repairmen by primer graphic printing such as in implementing the service from attribute serce of (7,8,9,12), it there was not fulfilled yet as hoped or to side of customers demand due to the existance of attribute of services while it was assumed having so bad quality of services in performance. For it is in generally the rate of quality and then provider services to customer in just normal is not recommended anymore, so the quality of services on reliability dimension, and responsiveness dimension and empathy dimension as well as seemly do not provide the hope rate of quality to customer and make them also not satisfactorily.

Keywords : Quality, Customer, Satisfactorily

Abstraksi
Penetapan konsep pelayanan perusahaan Perdana Graphia Utama dikenal dengan nama “Solusi Cetakan” yang menekankan pada lima dimensi kualitas pelayanan. Permasalahan dalam penelitian ini membahas faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pelayanan pelanggan atas penanganan tingkat kepuasan pelanggan akan jasa pelayanan percetakan perdana graphia. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui factor-faktor mana dari atribut pelayanan yang menjadi prioritas jasa pelayanan percetakan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyusun kuesioner berdasarkan aktivitas yang terjadi dan berjalan dipercetakan perdana graphia. Metode yang digunakan adalah metode Servqual dan menerapkan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode Servqual merupakan model analisis kesenjangan antara harapan dengan pengalaman menikmati jasa pelayanan. Metode IPA digunakan untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan di empat kuadran dari diagram kartesius yang merupakan kelompok prioritas. Dari hasil pengolahan dan dengan analisis servqual menunjukkan bahwa dari keseluruhan atribut pelayanan terdapat kesenjangan (gap) antara harapan dengan kinerja kualitas pelayanan percetakan perdana graphia, hal ini menunjukkan penangan kepuasan pelanggan belum memuaskan bagi pelanggan, dengan gap terbesar terdapat pada atribut ke-8, dijadikan prioritas untuk diperbaiki. Pada metode melalui analisis diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki  oleh percetakan perdana graphia antara lain dalam pelaksanaan pelayanan dari atribut pelayanan ( 7,8,9,12 ), belum sepenuhnya memenuhi harapan maupun kepentingan pelanggan disebabkan keberadaan atribut pelayanan tersebut dinilai memiliki kualitas pelayanan kinerja yang sangat rendah. Karena umumnya tingkat kualitas pelaksanaan pelayanan yang dirasakan pelanggan biasa dan cukup saja, belum sesuai dengan tingkat kepentingan dan harapan pelanggan sehingga kualitas pelayanan untuk dimensi realibility dan dimensi responsivveness berikut dimensi empathy belum mampu memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.  

Kata Kunci : Kualitas, Pelanggan, Faktor Kepuasan