Rabu, 31 Desember 2014

ISSN 2356-0878, Vol 02, No 01, Desember 2014


PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU SD
PADA SEKOLAH  (X) DI MEDAN

Ir. Julhenri Sinaga, MT

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK

Penilaian prestasi kerja dapat menjadi sarana yang berguna untuk menilai prestasi dan produktivitas guru dalam menentukan kenaikan pangkat / gaji juga sebagai sarana pelatihan dan bimbingan untuk pengembangan diri di masa mendatang.
Metode pengumpulan data adalah dengan pengamatan langsung, pengisian kuesioner formulir penilaian (data primer), mengutip dari arsip perusahaan, wawancara dan sumber terkait (data sekunder). Metode analisis data yakni berdasarkan hasil penilaian, mengusulkan kenaikan gaji yang lebih proporsional serta mengevaluasi guru yang berprestasi dan yang perlu bimbingan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelitian, dari 30 orang guru yang memperoleh prestasi amat baik ada 9 guru, prestasi baik ada 20 guru dan prestasi cukup hanya 1 guru. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa kriteria-kriteria yang mempengaruhi penilaian prestasi kerja guru SD  (X) antara lain proses belajar mengajar (25%), kedisiplinan (22%), tugas lain di luar tugas utama (7%), profesionalitas (30%), kepribadian (16%). Hasil penilaian prestasi kerja guru SD  (X) dan kenaikan gaji per bulan yang tertinggi dicapai oleh  Guru 7 & 8 dengan nilai 98% (Rp 125.440) dan yang terendah oleh Guru 16 dengan nilai 75% (Rp 96.000).

Saran yang  Peneliti sampaikan adalah Sekolah  (X) masih perlu melakukan penilaian prestasi kerja dan evaluasi guru yang lebih ketat karena belum ada yang berhasil mencapai target prestasi 100%. Guru dengan prestasi amat baik dan baik hendaknya mendapat penghargaan dari sekolah, misalnya : pemberian bonus, kenaikan pangkat / gaji, promosi.

STUDI  TINJAUAN POTENSI  PENYINARAN  MATAHARI DALAM PENYEDIAAN ENERGI DI KOTA MEDAN

Janter Napitupulu

Dosen Fakultas Teknik Universitas Darma Agung
Jl.Dr.TD.Pardede No.21 Medan

Abstrak

Upaya diversifikasi ini  dapat dipandang sebagai upaya konservasi energi. Menurut Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009, definisi konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Pada saat ini, kondisi kekurangan  energi listrik dapat terjadi disebabkan keterbatasan suplai dibanding kebutuhan yang semakin meningkat. Pada hal, prakiraan laju  pertumbuhan kebutuhan energi listrik   akan meningkat disebabkan oleh pemanfaatan  daya listrik yang semakin besar untuk konsumsi peralatan listrik, sehingga mengganggu ketersediaan energi listrik. 



TINJAUAN INKULTURASI PADA BANGUNAN KATOLIK
( Studi Kasus : Graha Maria Annai Velangkanni )

Sanggam B Sihombing, ST., MT

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRACT

Catholic Church is a church that holds firmly the basic rule that has been inherited since for a long time. The Catholic churches that come to North Sumatra are also various, although it must through the approval from Archdiocese Fellowship that exist in Medan City itself. This variety of Catholic Church also called as Inculturation church that adapted the building style with the local culture. The shape of the building which has changed in the inculturated Church does not have negative impact on the environment of surroundings, but it’s just on a purpose to embrace the community around the church. One of the Inculturated church that existed in Medan City is The Home of Maria Annai Velangkanni. The Home of Maria Annai Velangkanni is a church built by Pasteur James Brahmaputra, which was established with the aim Maria Annai Velangkanni to do the miracles in Medan, as well as embracing all religious communities in the city of Medan to experience this miracle.

Keywords : Culture, Building Styles, Catholic Church, inculturation

ABSTRAK

Gereja Katholik adalah suatu gereja yang menjaga dengan kuat ketentuan dasar nilai-nilai pada bangunan Katolik. Namun ada beberapa perubahan pada beberapa bangunan Katolik. Bangunan yang mengalami perubahan ini tidak sama dengan bangunan Katolik pada umumnya karena lebih menuju pada pencampuran gaya dan kebudayaan masyarakat setempat, maupun penggunaan material bangunan yang lebih terjangkau di daerah sekitar. Pencampuran ini yang dikenal dengan istilah Inkulturasi. Bentuk dari  bangunan yang  telah berubah tidak berdampak negatif pada pada lingkungan, tetapi bertujuan untuk memeluk masyarakat di sekitar gereja. Salah satu gereja yang bertema inkulturasi di kota Medan adalah Gereja Maria Annai Velangkanni. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari Inkulturasi yaitu menyatukan berbagai budaya dari beberapa suku dan agama, serta membuat terjadinya perbedaan dengan bentuk gereja pada umumnya yang dapat menarik minat masyrakat luas.

Kata Kunci : Inkulturasi, budaya, gaya bangunan, Gereja Katolik


MEMBANGUN KARAKTER MANUSIA PEDESAAN
DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

Yuanita FD. Sidabutar

Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan teknologi TD.Pardede, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

Abstrak

Pembahasan mengenai masalah kesejahteraan penduduk pedesaan merupakan masalah yang sangat urgen dalam upaya meningkatkan kebijaksanaan pemerataan. Di Indonesia, pembangunan dilakukan dengan bertahap dan berencana. Meskipun demikian, pertumbuhan kemakmuran rata – rata cukup menonjol, tetapi kemiskinan masih mewarnai kehidupan penduduk di pedesaan.
Ditinjau dari beberapa aspek, sebab – sebab kemiskinan antara lain kurangnya pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam , isolasi suatu wilayah / masyarakat dari sumber – sumber kemajuan dan struktur sosial yang menghambat, sempitnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha merupakan salah satu sumber yang paling dasar.
Solusi pendekatan ekonomi yang terbaik untuk memenuhi hak warga Negara akan pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah memperluas peluang kerja. Apalagi zaman semakin berkembang, dan di tahap sekarang ini teknologi sudah lamban laun memasuki segala aspek di desa. Sehingga solusi pendekatan sosial yang terbaik adalah membangun karakter manusia pedesaan dalam menghadapi modernisasi yang difokuskan kepada golongan miskin produktif.
 Maka dari itu, untuk mewujudkannya dibutuhkan orang – orang yang bisa sebagai motivator dan fasilitator untuk memberikan pandangan yang positif kepada masyarakat pedesaan tersebut.


Kata Kunci : Pedesaan ,Karakter dan Mentalitas Masyarakat


PERANCANGAN  PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PT.TULUS MARISI  DAN DISTRIBUSI

Rikardo Hotman Siahaan, Humala L. Napitupulu dan Nazaruddin

Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Jl.DR.TD.Pardede No.8, Kampus ISTP, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRAK
PT. Tulus Marisi adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pendistribusian  pupuk. Perusahaan mendistribusikan pupuk-pupuk tersebut untuk wilayah, Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang. Untuk memudahkan pendistribusian produk perusahaan telah menyediakan gudang pupuk dan menunjuk agen-agen pemasaran di daerah-daerah tersebut. PT. Tulus Marisi mengalami permasalahan dalam pelayanan informasi. Sebab dalam  pelaksanaan operasinya pengelolaan informasi masih dilakukan dengan cara manual,  hal ini memiliki banyak kelemahan, di mana area pemasaran yang luas membuat perusahaan merencanakan dan mengendalikan permintaan  dengan tepat. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan pelayanan.
Hasil yang diperoleh secara eksternal dengan berdasarkan uji regresi, variabel reliability memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap kepuasan distributor  adalah 0,423. Hal ini membuat variabel reliability menjadi fokus perancangan pada penelitian ini. Variabel reliability mempunyai analisis deskriptif, yaitu kemudahan akses secara integral antara distributor. Hasil yang diperoleh secara internal yang memiliki hubungan cukup kuat dengan kepuasan karyawan PT Tulus Marisi adalah variabel fasilitas/peralatan dengan nilai korelasi 0,413. hubungan antara variabel terikat Y1 (kepuasan DC terhadap pelayanan) dengan variabel terikat Y2 (kepuasan karyawan PT. Tulus Marisi)  memiliki korelasi yang cukup erat  yaitu sebesar 0,701. Artinya antara Y1 dan Y2 juga memberikan nilai yang kuat dan saling mempengaruhi.
Berdasarkan hasil analisis dan deskriptif, untuk meningkatkan  kepuasan terhadap pelayanan karyawan PT Tulus Marisi dan Distributor Center  dapat dilakukan dengan strategi perbaikan pada  fasilitas/peralatan yang digunakan. Merancang sistem informasi permintaan  pupuk PT Tulus Marisi ke setiap DC di masing-masing daerah dengan menerapkan model yang diinginkan sesuai dengan  sistem rancangan yang berbasis web diharapkan mampu mengatasi faktor- faktor yang mempegaruhi  kepuasan pelayanan.

Kata Kunci:                          Kepuasan pelayanan, sistem informasi, Strategi Perbaikan fasilitas/peralatan, web design.

ABSTRACT
                PT.Tulus Marisi is a private company the engaged in the fertilizer industry. The company distribute  the fertilizer to Aceh, pekanbaru, Jambi, Padang. To ease the distribution of fertilizer, the company has been providing fertilizer’s warehouse and leading enterprise agencies in these areas. PT. Tulus Marisi is having problems of information services. For the implementation operasional, information management is still use manually system. It has many flaws which makes a wide area of marketing planning and controling the companies request appropriately, with the result is conducted to determine. So the research is conducting to know the affect of Variabels that affect  service’s satisfaction.
                Results obtained externally by the test based on regression, variable reliability has a significant effect on distributor satisfaction is 0.423. This keeps the focus of the design variable reliability in this study. Variable reliability have descriptive analysis, the ease of access integrally between distributors. Results obtained internally that have a strong enough relationship with employee satisfaction is a variable PT.Tulus Marisi facilities / equipment with a value of 0.413 correlation. relationship between the dependent variable Y1 (DC satisfaction with services) with dependent variable Y2 (Marisi PT.Tulus employee satisfaction) has a fairly close correlation is equal to 0.701. This means that between Y1 and Y2 also provide strong value and influence each other
Based on the analysis and descriptive , to increase employee satisfaction with the services of PT Tulus Marisi and Distributor Center can do with improvement strategies in facilities / equipment used . Designing information systems PT Tulus Marisi fertilizer demand to every DC in each region by applying the desired models according to the design of a web-based system is expected to address the factors that mempegaruhi service satisfaction .


Keywords :           Satisfaction of service , information systems , strategy Repair facilities  /equipment , web design.


ASPEK-ASPEK ARSITEKTURAL P.T.S. INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D. PARDEDE(ISTP) MEDAN TERHADAP BIDANG AKADEMIS

Darwin Sinabariba

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Dosen Kopertis Wilayah I dpk ISTP Medan

ABSTRACT

Intention of this research is to look for and solution and or trouble-shooting in overcoming aspect arsitektural [of] [at] Institute of Science And Teknologo TD.PARDEDE(ISTP) Field to academic area exist in Jl. DR.TD.PARDEDE.NO. 8 Medan.Teknik [of] data collecting [done/conducted] [by] demean of[is way of study of bibliography and field study. From research result [of] about aspect of arsitektural PTS [of] [at] ISTP Field to area akademis,ada 3 aspect arsitektural [of] a[n campus which is concerning external yaitu, Aspek bangunan,Aspek [of] building and Aspect of building of lain,seperti building [of] outside education.

Keyword : Aspect of Asitektural of area akademik.


ROLE OF FACTORS RELATED TO THE LENGTH OF WOUND HEALING IN PATIENTS DIABETES MELLITUS IN Hospital Dr. PIRNGADI FIELD
YEAR 2014

FAKTOR-FAKTOR PERANAN BERHUBUNGAN DENGAN LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN
TAHUN 2014

Megawati,
  
DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN

ABSTRACT

From various epidemiological studies in Indonesia that the prevalence of diabetes mellitus by 1.5-2,3% among people aged over 15 years, even in an epidemiological study on the prevalence of diabetes mellitus Manado 6.1% and as wound infections / gangrene as much as 1, 8% / research conducted in Jakarta prove an increase in prevalence. The prevalence of diabetes mellitus in urban areas in Jakarta increased from 1.7% to 5.7% in tahun1982 in 1993. Similarly, the prevalence of diabetes mellitus in the end view of (urban) increased from 1.5% in 1981 to 2.9 % in 1998. in Tasikmalaya that the prevalence of diabetes mellitus at 1.1% and wound infections and necrosis of 0.4%, while in the District Sesean Toraja a remote area on the ground that the prevalence of diabetes mellitus is only 0.8% (11 penderta among 1310 people aged> 30 years). In Surabaya on epidemiological research undertaken by the urban health center in 1991 which covers 13 460 population, the prevalence of 1.43% were in the area Rurai on a study that includes 1640 inhabitants (1989) juga didapatkan nearly equal prevalence is 1.47% (Aru W. Sudoyo, 2007: 1853).
The purpose of this study was to determine the general length memitus diabetic wound healing. This study used a descriptive design. The population in this study were all patients treated in inpatient with diabetes indication memitus with gangrene wounds while samples were taken with a total sampling technique that is 20 people. Location of the study conducted at Hospital Dr. Pirngadi field since September 11, 2014-11 November, 2014.
The results of this study are in terms of the diet of 20 respondents can be seen that the respondents know how about a good diet as much as 70%, sport / physical activity of 20 respondents can be seen that the respondents know about the benefits and to exercise / physical activity as much as 70%, and administration of insulin treatment on a regular basis and in accordance with the dose of 20 respondents can be seen that the respondents knew about the provision of as much as 70% of insulin treatment, counseling and education of 20 respondents can be seen that the respondents do about counseling and education as much as 80% and wound care gangrene of 20 respondents it can be seen that the respondents know gangrenous wound care as much as 70%.
                                 
Keywords: Wound healing.
                
ABSTRAK
Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 1.5-2,3% pada penduduk usia lebih dari 15 tahun, bahkan pada suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi diabetes mellitus 6,1 % dan yang mengalami infeksi seperti luka/gangren sebanyak 1,8%/ penelitian yang dilakukan di Jakarta membuktikan adanya kenaikan prevalensi. Prevalensi diabetes mellitus pada daerah urban di Jakarta meningkat dari 1,7% pada tahun1982 menjadi 5,7 % pada tahun 1993. Demikian pula prevalensi diabetes mellitus di ujung pandang (daerah urban) meningkat dari 1,5 % pada tahun 1981 menjadi 2,9 % pada tahun 1998. Di Tasikmalaya didapatkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 1,1% dan yang mengalami infeksi luka serta nekrosis sebesar 0,4%, sedang di Kecamatan Sesean suatu daerah terpencil ditanah Toraja didapatkan prevalensi diabetes mellitus hanya 0,8 % (11 penderta diantara 1310 penduduk umur > 30 tahun). Di Surabaya pada penelitian epidemiologis yang dikerjakan oleh Puskesmas perkotaan pada tahun 1991 yang mencakup 13460 penduduk, didapatkan prevalensi sebesar 1,43% sedang di daerah Rurai pada suatu penelitian yang mencakup 1640 penduduk (1989) jugadidapatkan prevalensi yang hamper sama yaitu 1,47 % (Aru W. Sudoyo, 2007:1853).
                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara umum lamanya penyembuhan luka penderita diabetes memitus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di ruang rawat inap dengan indikasi diabetes memitus dengan luka ganggren sedangkan sampel diambil dengan tehnik total sampling yaitu 20 orang. Lokasi penelitian dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan sejak tanggal 11 September 2014 – 11 November 2014.
Adapun hasil penelitian ini adalah dari segi diet dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu bagaimana tentang diet yang baik sebanyak 70%, olahraga /latihan jasmani dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu tentang manfaat dan guna olahraga/ latihan jasmani sebanyak 70%, dan pemberian pengobatan insulin secara teratur dan sesuai dengan dosis dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu tentang pemberian pengobatan insulin sebanyak 70%, penyuluhan dan edukasi dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden melakukan tentang penyuluhan dan edukasi sebanyak 80% dan perawatan luka gangren dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu melakukan perawatan luka gangren sebanyak 70%.

Kata Kunci : Penyembuhan luka.

STRESSOR PEKERJAAN PERAWAT  

Asyiah Simanjorang SKep,Mkes

Widyaiswara Balai Pelatihan Kesehatan Propinsi Sumatera Utara
Progam Doktor  IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Abstract

Studies have shown that job stress is integral part of the employee. Nurses often experience stress related to work stressors they face in the workplace. Stressor differences are hindrance stressors and challenge stressors, so that not all stressor are bad, some are actually needed to move forward in life.

Keywords : stress, stressor, hindrance stressors, challenge stressors


IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK MENGETAHUI KORELASI JURUSAN SISWA PADA TINGKAT SMA/SEDERAJAT DENGAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI TERHADAP IPK DENGAN METODE A PRIORI (STUDI KASUS STMIK KAPUTAMA)

Relita Buaton, Akim Manaor Hara Pardede, dan Yani Maulita

ABSTRACT    
Data mining  adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa pengetahuan baru dari kumpulan data. Perguruan tinggi termasuk salah satu gudang data yang berasal dari akumulasi data mahasiswa setiap tahunnya. Tumpukan data sering dianggap sebagai sampah, dengan data mining tumpukan data dapat diolah menjadi informasi yang sangat berharga. Salah satu indikator keberhasilan pemilihan jurusan di perguruan tinggi adalah perolehan IPK tinggi. Calon mahasiswa sering dihadapkan dengan permasalahan keragu-raguan pemilihan jurusan di perguruan tinggi khususnya bidang ilmu komputer, karena hampir semua jurusan dapat dipilih tanpa melihat latar belakang jurusan di SMA/sederajat. Demikian halnya dengan perguruan tinggi, menjadi permasalahan ketika tidak dapat memberikan informasi dengan indikator yang jelas bagi calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan. Data mahasiswa/alumni tahun 2010,2011 dan tahun 2012 dikumpulkan dan ditransformasi menjadi format ARFF, kemudian ditambang dengan metode A Priori menggunakan tool Weka. Dengan mengimplementasikan data mining terhadap data lulusan mahasiswa, dapat diketahui confidence dan support  perolehan IPK yakni mahasiswa dari jurusan IPA yang memilih Program Studi Sistem Informasi kemungkinan 71% akan lulus dengan IPK Memuaskan, apabila memilih prodi selain Sistem Informasi kemungkinan 66% lulus dengan IPK Memuaskan. Mahasiswa yang berasal dari jurusan IPS dengan memilih program studi apa pun di perguruan tinggi, tingkat kelulusan dengan IPK Kurang Memuaskan sebesar  49%.


Kata Kunci: DataMining, Korelasi Jurusan dengan IPK

PENGARUH RADIASI SINAR UV, KARAKTERISTIK  PEKERJA DAN ALAT PELINDUNG MATA (KACAMATA LAS) TERHADAP KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA PEKERJA PENGELASAN LOGAM CV. PUTRA AGUNG MEDAN

Omry Pangaribuan, Rosmawati, dan Bungaran Tambun

  Dosen Tetap  Institut Sain Dan Teknologi TD. Pardede Medan
 Jl. Dr. TD. Pardede Kampus ISTP Medan

ABSTRACT

                A preliminary survey at CV. Putra Agung Medan shows that welding workers at the company suffer visual acuity disorders with symptoms such as eyes smarting, irritation, light sensitivity, and blurring. These are caused by exposure to ultraviolet radiation from welding activities.
                The goal of this research was to analyze the influence of ultraviolet radiation, the characteristics of worker and eye protector equipment (welding goggles) on visual acuity. The following research used a cross sectional, with observation on one of the welding industries in Medan with a total population of 32 welding workers and the total sample of 32 welding workers. The statistical test were used Multiple Linear Regression.
                From 6 of independent variables observed founded 5 variables statistically significant with p < 0.05, namely variable of ultraviolet radiation p = 0.041, education p = 0.000, exposure duration p = 0.000, knowledge p = 0.008 and eye protector equipment (welding goggles) p = 0.000. Based on Multiple Linear Regression was known that of ultraviolet radiotion value B = - 0.141, education B = 0.069, exposure duration B = 0.113, knowledge B = 0.006, eye protector equipment (welding goggles   0.083 had significant influence on visual acuity and exposure duration variable had more dominant influence because B value more than others.
               
Key word :    Ultraviolet radiation exposure, Visual acuity